17Jul, 2014

Pemimpin: Lilin yang Menyala

candleOleh: Faizal Abrudin

Banyak orang mengartikan bahwa pemimpin adalah mereka yang memiliki posisi dan memiliki otoritas untuk mengatur bagaimana suatu hal harus berjalan. Padahal untuk menjadi seorang pemimpin bukan hanya posisi dan jabatan yang dibutuhkan, tapi juga nilai dan kemampuan . Pada hakekatnya, setiap manusia adalah pemimpin, tanpa atau dengan jabatan. Kepemimpin dapat melekat pada diri setiap individu apabila individu tersebut dapat menerapkan nilai-nilai, perilaku dan kemampuan kepemimpinan.

Mari kita ambil sebuah analogi sederhana mengenai pribadi seorang pemimpin. Pergilah ke sebuah ruangan, kunci ruangan dan kemudian matikan lampu di ruangan tersebut  dengan membawa sebuah lilin dan korek api. Dalam keadaan tersebut cobalah untuk mencari pintu dan keluarlah dari ruangan tersebut. Gunakan lilin dan korek yang ada. Pada saat itulah, kita pasti akan menyalakan lilin tersebut dan menggunakannya untuk bisa keluar dari ruangan. Momentum tersebut sesungguhnaya menunjukan bagaimana lilin tersebut menggambarkan seorang pemimpin sesungguhnya. 

Anggaplah lilin tersebut sebagai seorang individu sehingga kemudian muncul pertanyaan mengapa kemudian kita dapat menjadikan lilin tersebut sebagai  gambaran seorang pemimpin? Berikut penjelasannya

1.Lilin menghasilkan cahaya, dan itulah tujuan dari sebatang lilin diciptakan yaitu untuk menerangi. Demikian pula dengan pemimpin, pemimpin haruslah memiliki tujuan (vision) kedepan yang akan menjadi destinasi.

2.Lilin menghasilkan cahaya dari dirinya sendiri, bahkan bisa disebut dia membakar dirinya sendiri untuk menerangi dan akhirnya memungkinkan kita untuk tetap keluar dari ruangan gelap tersebut. Sama halnya dengan seorang pemimpin. Pemimpin yang baik harus bisa mengeluarkan hal-hal original dari dirinya sendiri yang tentu saja menginspirasi orang lain untuk dapat berbuat lebih baik.

3.Dengan lilin tersebut kita dapat mencari saklar dan kembali menyalakan lampu yang dipadamkan sehingga kita dapat membuka kunci dan keluar dari ruangan tersebut. Begitu pula dengan seorang leader. Pemimpin yang baik akan dapat menjadi pegangan bagi orang lain untuk menghasilkan atau menciptakan hal-hal yang lebih dari apa yang telah ia lakukan bahkan ia bisa menghantarkan orang lain untuk meraih tujuan yang lebih besar dari tujuan ia sendiri.

Dari analogi tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan singkat bahwa apa yang diperlukan seorang pemimpin bukan hanya posisi dan otoritas semata seperti apa yang banyak dipahami orang melainkan perilaku dan kemampuan diri untuk menginspirasi orang lain sehingga mereka dapat melakukan sesuatu hal dengan lebih termotivasi yang pada akhirnya dapat mengantarkannya dalam mencapai tujuan. Jadi, apakah kita telah memiliki pribadi pemimpin?

 

Picture source: http://nukmanluthfie.com/wp-content/uploads/2011/08/candle.jpg