10Aug, 2015

PR Litigation

Oleh : Wimpi Handoko

Masih ingat saat kematian si “king of pop” Michael Jackson(MJ)?

Sebuah kematian tragis seorang maha bintang yang tidak saja menciptakan kesedihan bagi para pengagumnya namun juga menguak sisi lain dari pribadi MJ yang digambarkan sebagai seorang martir yang mencoba memuaskan penggemarnya maupun industri musik pada umumnya, khususnya AEG Live, promotor show yang seharusnya membawa MJ ke panggung pertunjukkan berikutnya di London saat itu. Sebuah kasus yang berbuntut pada proses persidangan dengan terdakwa tidak lain adalah dokter pribadinya Conrad Murray. Media menggambarkan MJ sebagai talenta langka yang diperbudak oleh industri musik maupun orang-orang disekelilingnya. Media massa pun mengutip pernyataan keluarga besar Jackson yang mengatakan bahwa mereka merasa pengorbanan anak/adik mereka hanyalah sia-sia belaka. Persidangan Los Angeles dengan bukti-bukti lainnya akhirnya menjatuhkan hukuman kepada terdakwa tunggal dr. Conrad Murray.

Sadar atau tidak sadar kasus kematian Michael Jackson serta runtutan proses pengadilan sesudahnya merupakan contoh klasik dari cara kerja PR Litigation. Terlepas dari benar atau tidaknya citra yang telah ditanamkan oleh media tentang sosok MJ ini, saat itu masyarakat (terutama penggemarnya) telah dibuka matanya tentang sisi lain dari MJ versi MJ sendiri dan keluarganya yang menggambarkan MJ sebagai korban dari kerakusan dan ketidakpedulian industri musik terhadap sisi kemanusiaan artis-artis mereka  sehingga masyarakat pun merasa iba terhadap MJ maupun keluarganya. Apakah hal itu kemudian mempengaruhi putusan pengadilan? Bisa jadi. Bisa tidak.

Kalau masih bisa mendapatkan DVDnya, lihat kembali film jadul peraih Oscar berjudul “Erin Brockovich” film yang dibintangi Julia Robert berdasarkan kejadian sebenarnya di California, AS pada tahun 1993. Erin Brockovich adalah perempuan petugas lapangan sebuah kantor pengacara dan juga seorang aktivis sosial yang mengajukan gugatan kepada perusahaan energi raksasa Pacific Gas & Electric Company (PG&E) atas pencemaran (air) tanah dengan bahan kimia beracun sisa proses produksi di sekitar pabrik mereka. Pencemaran ini telah mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit mematikan terhadap anak, ibu, bapak dan keluarga yang tinggal di kawasan tersebut. Menjelang dan selama proses persidangan, pihak PG&E telah memanfaatkan media untuk membangun reputasi PG&E sebagai perusahaan yang telah membantu membuka lapangan pekerjaan, teliti dalam proses produksinya serta mempunyai catatan yang mulus dalam hal lingkungan kerja. Saat itu media massa juga menguak kehidupan Erin Brockovich sebagai “single parent” beranak tiga, tidak mempunyai pendidikan bidang hukum sama sekali dan seolah telah memanfaatkan keluarga korban untuk mencari keuntungan pribadi. Namun dengan penemuan bukti-bukti konkrit akhirnya pengadilan tetap menjatuhkan vonis kepada PG&E untuk membayar denda total sebesar 330 juta USD dibagikan kepada sekitar 30 keluarga korban. Sebuah hukuman denda yang terbesar sepanjang sejarah pengadilan AS.

PR Litigation atau litigasi PR adalah pengelolaan komunikasi dari pihak klien baik menjelang, saat maupun sesudah proses pengadilan yang bisa membantu membangun reputasi klien dan berdampak pada proses maupun hasil persidangan. Menyimak contoh dari kedua cerita tadi, kepentingan litigasi PR bisa berpihak pada penggugat maupun tergugat.

Menurut Fizpatrick ada 6 tujuan dari litigasi PR:

  1. Menetralkan pemberitaan negatif terhadap klien
  2. Memastikan bahwa pandangan pihak klien didengar masyarakat
  3. Menjaga agar ada keseimbangan pemberitaan di media
  4. Sebagai pembelajaran bagi masyarakat dan media dalam menyikapi sebuah kasus hukum yang rumit
  5. Meredam pihak yang bersikap bermusuhan
  6. Membantu mencari solusi dari konflik yang terjadi

Kegiatan litigasi PR memang banyak dilakukan di seputar kasus yang melibatkan penyelesaian di persidangan pengadilan terutama pada kasus yang menjadi pusat perhatian masyarakat dan media. Media massa akan berperan penting terhadap keberhasilan kegiatan litigasi PR karena semua komunikasi dan dampak komunikasi dari pihak klien akan berpusat pada muatan media masa.

Keberhasilan litigasi PR akan dipengaruhi oleh:

  • Hubungan baik antara klien dan media massa
  • Komunikasi yang terus menerus antara klien dan media masa
  • Dukungan data dan informasi yang benar, akurat dan bisa cepat diperoleh.
  • Banyaknya media yang terlibat meskipun lebih pada pilihan media dengan tingkat kredibilitas yang tinggi.
  • Sikap media maupun masyarakat yang terbuka dan positif terhadap perbedaan pandangan.
  • Kesigapan dan kehandalan pengelolaan komunikasi antara klien dan media massa.

Apakah itu figur seperti Michael Jackson, perusahaan raksasa seperti PG&E atau individu seperti Erin Brokovich, semua memerlukan saluran komunikasi dalam kasus hukum agar bisa didengar pandangan dan tanggapan mereka melalui upaya litigasi PR.

sumber gambar : http://farm4.staticflickr.com/3621/3463324557_b41c221ac6_z.jpg