09Dec, 2014

Tiga Hal Penting untuk Menghindari Kriminalitas di dalam Taksi

By: Amanda Putri
1297268244086 ORIGINALBelakangan ini, tindak kriminalitas banyak terjadi di taksi, umumnya di ibukota. Salah satu isu yang sedang hangatnya merebak adalah mengenai perampokan yang terjadi kepada karyawati di ‘taksi putih’ di wilayah Jakarta Pusat. Kasus pada ‘taksi putih’ ini sebelumnya juga terjadi beberapa bulan lalu yang menimpa wanita pada tengah malam. Pihak berwajib telah berusaha untuk menuntaskan masalah ini, namun tampaknya, hukuman yang diberikan tidaklah memberikan efek jera bagi pelaku.
Kasus kriminalitas ini tidak hanya memberikan kerugian pada korban, tetapi juga pada perusahaan taksi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan taksi merasa dirugikan karena kasus kriminalitas itu menimbulkan adanya keresahan dan turunnya kepercayaan masyarakat untuk menggunakan taksi. Maraknya isu kriminalitas tersebut tentunya juga membuat pendapatan harian supir-supir taksi menurun drastis. Salah satu supir taksi di Jakarta misalnya, mengatakan bahwa sebelum adanya kasus perampokan di dalam taksi itu, ia bisa meraih pendapatan hingga Rp. 500.000,00 per hari. Namun, sejak kejadian itu, untuk mendapatkan Rp. 50.000,00 dalam satu hari saja, ia kesulitan.

 

Berkaitan dengan kasus tersebut, sebetulnya tidak ada yang perlu ditakuti saat naik taksi, jika kita memperhatikan ketiga hal penting sebagai berikut:

• Jangan asal memilih taksi

Seiring dengan semakin banyaknya taksi-taksi baru yang bermunculan, pilihlah taksi di Indonesia yang sudah banyak dikenal dan mudah dicirikan.
• Catat nomor taksi, plat mobil dan identitas pengemudi
Nomor taksi dapat terlihat di jendela dan beberapa perusahaan taksi menempatkan juga nomor tersebut di dekat dasbor mobil. Ketika naik, segera catat nomor taksi, plat mobil dan identitas nama pengemudi yang ada di atas dasbor. Sebaiknya, kirimkan nomor dan identitas tersebut ke orang terdekat anda, untuk mencegah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Hal ini akan memudahkan pelacakan taksi yang anda tumpangi.
• Utamakan pemesanan taksi melalui telepon atau online
Memesan taksi melalui telepon atau online langsung ke operator cenderung lebih aman dibandingkan memanggil taksi secara langsung di jalan, terutama pada malam hari. Pemesanan resmi melalui telepon dan online akan mengurangi resiko kriminalitas di dalam taksi karena anda dapat memastikan bahwa orang yang menjemput anda bukanlah orang ‘asing’ yang mungkin berniat melakukan tindak kejahatan.
Dalam beberapa kejadian, kasus kriminalitas di ‘taksi putih’ ini kerap terjadi dengan modus pelaku yang bersembunyi di bagasi belakang taksi, di dekat kursi belakang. Saat korban masuk ke dalam taksi, pelaku yang bertindak sebagai pengemudi akan mengunci taksi melalui central lock dan kemudian pelaku lainnya akan muncul dari belakang kursi dan menodong korban. Pelaku cenderung mengincar korban wanita, dan beroperasi pada pukul 8 hingga tengah malam. Hal ini dikarenakan, pada jam-jam tersebut, angkutan umum tidak mudah ditemui, terutama di daerah Jakarta Pusat yang merupakan area perkantoran umum. Kasus ini tentunya dapat dicegah dengan lebih waspada dan mawas diri ketika hendak naik taksi atau kendaraan umum lainnya.

Sumber Gambar : http://storage.torontosun.com/v1/dynamic_resize/sws_path/suns-prod-images/1297268244086_ORIGINAL.jpg