22Mar, 2016

World War Z : Lahirnya generasi Z

genz
Oleh. Wimpi Handoko

 

Masih inget film Hollywood “World War Z” dengan peran utama Brad Pitt? Dunia digambarkan penuh dengan para zombie akibat wabah virus.

Tapi ini bukan cerita tentang film itu. Ini tentang fenomena yang akan dan sedang dihadapi oleh para pemasar dunia.

 

Tibanya generasi Z, generasi yang lahir pada awal perubahan millennium lalu dan kini siap tumbuh untuk menjadi konsumen dunia dengan rentang umur antara 18-25 tahun. Dan tentunya mereka bukan zombie!

 

Sama seperti generasi Y atau generasi millennial, generasi Z atau juga disebut sebagai Gen WE, mereka juga generasi yang kompleks dan canggih. Kelebihan dari Gen WE ini adalah mereka lebih sadar diri, orientasi suksesnya besar, tanggungjawab sosialnya lebih terasa dan visinya sudah mendunia dibanding dengan generasi sebelumnya.

 

Sebuah biro konsultan bernama Zeno Group telah melakukan sebuah riset terhadap fenomena tibanya Gen WE yang sedang tumbuh ini di beberapa negara di dunia. Riset ini utamanya untuk melihat Gen WE dari sisi sikap mereka terhadap 3 hal: teknologi, kesehatan dan persahabatan, topik-topik yang cukup menarik untuk mencari “insights” dari Gen WE ini. Hasilnya diringkas sebagai berikut:

 

Teknologi

Meskipun mereka lahir di jaman situs web, gadget dan social media serta mahir dalam memanfaatkan, mereka serta merta juga siap dengan sekejap untuk melepaskan itu semua. Menurut temuan riset ini, ternyata “magic” teknologi tidak se”magic” yang dialami oleh generasi sebelumnya. Mereka siap untuk menanggalkan teknologi dan kembali untuk bermain sepeda, ngumpul bareng, berpergian dengan teman, hal-hal yang dialami oleh Gen Baby Boomers dan Gen X sebelumnya. Bagi mereka teknologi penting, sepenting kesehatan dan persahabatan.

 

Kesehatan

Gen WE di China menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama dan 70 % responden di beberapa negara dalam riset ini sangat memperhatikan kandungan nutrisi setiap saat mereka membeli makanan kemasan. Bukan berarti mereka meninggalkan McDonald’s, KFC, Pizza Hut atau minuman bersoda dan makanan lezat lainnya, bedanya mereka sadar akan keseimbangan antara apa yang mereka makan dan olah raga apa yang mereka haarus lakukan agar kesehatan tetap seimbang.

 

 

 

Persahabatan

Ternyata Gen WE ingin menjadi teman bagi semua brand yang bisa menjadikan mereka sebagai teman. Sebagaimana persahabatan mereka tumbuh diantara teman-teman mereka.

 

Persahabatan bagi mereka penting karena persahabatan adalah cara untuk memperlakukan mereka setara dan senasib baik terhadap teman, saudara bahkan dengan batasan tertentu terhadap orang tua mereka. Brand bagi mereka adalah sahabat mereka hingga suatu saat sudah tidak bisa dianggap sebagai sahabat mereka lagi.

 

Beberapa kesimpulan bagi para pemasar menghadapi Gen WE:

 

  • Memperlakukan konsumen sebagai manusia seutuhnya merupakan pendekatan yang jitu jika ingin mendekati mereka.
  • Teknologi bukan segalanya tapi bagian dari segalanya.
  • Pengambil keputusan bukan lantaran umur, namun lebih pemahaman mereka terhadap apa yang baik dan tidak.
  • Konsumen adalah sahabat, perlakukan mereka sebagai sahabat.

 

 

Nara sumber: PR Daily, Reader’s Digest, USA Today