31Mar, 2017

Hyperconverged: Si Penentu ‘Hidup’ Data Center di Masa Depan

Kita mengenal banyak disruptor di jaman yang segalanya serba terdigitalisasi ini. Sekarang bukan lagi persoalan ‘jika, tapi lebih ke ‘kapan’ sebuah perusahaan akan terdisrupsi oleh arus teknologi dan digitalisasi. Ambil contoh cloud yang sudah mengubah tatanan kerja bisnis dan juga para karyawannya, akan datang juga banjir data, dengan milyaran data dan jumlah manusia yang saling terhubung via Internet of Things (IoT). Selain itu, ada komputasi kognitif serta analytics, yang bisa menggali wawasan untuk para pimpinan bisnis. Perusahanan-perusahaan yang melakukan perubahan ini antara lain Uber, AirBnB, dan banyak lagi, yang karena sifatnya yang disruptif, telah mengubah tatanan berbagai industri.

Apa yang harus disiapkan oleh perusahaan masa kini? Tentu saja mereka harus berpikir untuk mengubah strategi IT agar mampu mengikuti perkembangan jaman ini. Hanya dengan cara itu mereka bisa bertahan di tengah arus disrupsi yang kencang. Perusahaan harus menjadi lebih cerdas, lincah dan handal.

lenovo_nutanix_infographica

Gambar 1 Tantangan Perusahaan Di Era Digital

Hyperconverged, Teknologi ‘Solusi semua dalam satu Kotak’

Kecerdasan sebuah sistem sejak dulu ditentukan oleh perangkat lunak yang berjalan di atasnya, yang biasanya terdiri dari tiga arsitektur utama (penyimpanan, komputasi dan hypervisor). Sistem ini juga statis karena masing-masing perangkatnya sulit (dan juga terkadang mahal) untuk diupgrade dan dikelola.

Teknologi Hyperconverged datang dengan membawa perubahan besar, dengan menggabungkan tiga arsitektur tadi ke dalam sistem tunggal. Seluruh sub-sistem bisa dikelola dengan satu perangkat lunak saja, yang bisa memberikan semua hal yang diperlukan dari sebuah sistem IT.

lenovo_nutanix_infographicb

Gambar 2 Keuntungan Hyperconverged

Selain integrasi yang mudah, sistem hyperconverged memberikan fleksibilitas lebih yang membaurkan bisnis dengan IT secara lebih luwes. Hal ini meningkatkan kelincahan perusahaaan dan mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk IT. Beberapa keuntungan utama:

  • Model bisnis bayar-sesuai-pemakaian (pay-as-you-go) untuk semua kebutuhan IT
  • Model sewa ‘Per Virtual Machine’ untuk cloud publik dan privat
  • Perubahan kebutuhan bisnis bisa diakomodasi dengan baik dengan kinerja aplikasi yang bersifat elastik
  • Kemampuan penyembuhan (self-healing) yang menangani kegagalan sistem tanpa menimbulkan dampak bagi penggunanya
  • Integrasi yang mudah dengan sistem IT terstandar melalui pengelolaan satu pintu

 

“Semua keuntungan tadi membuat sistem hyperconverged sangat diminati oleh perusahaan moderen. Menurut firma riset Gartner, pasar ini akan berkembang hingga 13 kali lipat di tahun 2019. Untuk meraup peluang dari teknologi tersebut, Lenovo sudah menyiapkan Lenovo Hyperconverged Infrastructure (HCI), sebuah solusi Hyperconverged (HX Series) yang menggabungkan penyimpanan, komputasi dan jaringan,” menurut Cin Cin Go, Commercial Director, Lenovo Indonesia

hx_series_ast_sc
Gambar 3 Lenovo HX Series

 

Menembus Batasan Hyperconverged

Perangkat hyperconverged seperti Lenovo Converged HX Series, kini sedang naik daun di kalangan bisnis – karena memiliki nilai diferensiasi yang tinggi. Sistem ini memiliki integrasi perangkat lunak yang lebih mulus, dan kinerja yang lebih tinggi daripada pesaing-pesaingnya, menurut beberapa riset dan pengujian yang dilakukan oleh firma independen berikut ini:

  • Memimpin dalam Kinerja Virtualisasi[1]

Lenovo HX adalah sistem virtualisasi berbasis x86 dua-socket yang paling kencang dalam pengujian benchmark SPECvirt_sc2013. Perangkat ini mendapat rekor dunia untuk ‘Kinerja Server per Watt’ dan ‘Kinerja Sistem Total Per Watt (termasuk penyimpanan)’.

  • Memimpin dalam kehandalannya[2]

Sistem Lenovo HX memiliki waktu uptime paling tinggi di antara sistem x86 lainnya, mendapatkan mayoritas 61% untuk tingkat uptime 99.9%, 37% untuk 99.99% dan 2% untuk 99.999%. Pengujian ini dirilis pada tahun 2016 oleh Information Technology Intelligence Consulting (ITIC)

  • Terdepan dalam Kepuasan Pelanggan[3]

Lenovo paling depan dalam setiap atribut untuk kepuasan pelanggan. Mulai dari tahap perencanaan, evaluasi dan juga implementasi. Uji ini didapat dari laporan Technology Business Research yang berjudul ‘Corporate IT Buying Behavious and Customer Satisfaction for x86-based Servers’

 

Apakah kini saatnya berpindah ke Hyperconverged?

Digitalisasi industri secara cepat mengubah dunia dan juga tatanan bisnis. Dampaknya bisa dirasakan di manapun kita berada – lihat saja perangkat seperti mobil cerdas, dan robot kolaboratif di pabrik pintar (smart factory). Perusahaan tidak boleh lagi terlena dan lambat, karena kompetitor-kompetitor mereka sudah mulai merangkul teknologi baru seperti hyperconverged.

Sistem IT hyperconverged akan mendorong bisnis dan menjadi mesin utama bagi data center (DC) di masa depan. Perusahaan penyedia perangkat IT Lenovo, melalui berbagai solusi dan layanan IT end-to-end yang dimiliki, berusaha agar pelanggannya, yaitu perusahaan di berbagai industri, mampu mengakselerasi perjalanan mereka menuju digitalisasi. Waktu adalah kuncinya, karena semakin cepat sebuah perusahaan mengadopsi sistem ini, lebih baik.

 

[1] http://spec.org/virt_sc2013/results/res2016q2/virt_sc2013-20160419-00049-perf.html

[2] http://www.lenovo.com/images/products/system-x/pdfs/white-papers/itic_reliability_wp.pdf

[3] http://news.lenovo.com/industry-analyst-reports/tbr-lenovo-earns-top-x86-based-server-customer-satisfaction-scores-in-4q15.htm