26Apr, 2017

Jelajahi Ragam Budaya di Parade Chingay 2017

Sebuah pengalaman kebudayaan berharga dari festival street performance terbesar di Asia

 

10 Februari merupakan malam yang tidak terlupakan bagi saya sejak pertama kali tiba di Singapura untuk tinggal dan melanjutkan sekolah di Management Development Institute of Singapore (MDIS). Tepuk tangan dan antusiasme penonton Chingay 2017 kian membakar semangat saya untuk memberikan penampilan terbaik. Sama halnya yang dirasakan oleh tim saya. Kala itu merupakan malam yang sangat spesial bagi kami; menjadi bagian dari Chingay 2017, parade street performance terbesar di Asia.

 

Chingay adalah acara nasional tahunan yang secara unik diadakan oleh People’s Association selama periode Tahun Baru Imlek, yang melambangkan dinamika dan semangat dari masyarakat Singapura yang multikultural. Saya langsung tertarik untuk berpartisipasi di parade Chingay 2017 ketika mendengar cerita-cerita seru dari kakak senior di kampus yang sudah pernah terlibat. Ini merupakan kesempatan langka bagi mahasiswa internasional seperti saya untuk berpartisipasi dalam acara besar berskala nasional. Saya bangga bisa mewakili MDIS di Chingay 2017 karena saya ingin menjadi bagian penting dari almamater saya.

 

Tahun ini adalah tahun ketiga MDIS berpartisipasi dalam acara ini. Dimana kami menjadi satu-satunya Institusi Pendidikan Swasta yang diundang sebagai kontingen penampil dalam acara street performance yang menarik ini, kami merasa sangat beruntung dapat berpartisipasi di acara ini, merasakan giliran untuk tampil di tengah kemilau cahaya serta dentuman musik yang megah.

 

Pengalaman Tak Terlupakan dan Kenangan yang Berharga

 

Selama dua malam parade, kami menari dengan iringan lagu “Rasa Sayang”, sebuah lagu tradisional Melayu dan juga menampilkan formasi cheerleader khusus yang dikoreografikan oleh pemimpin kontingen MDIS. Dengan penampilan kami yang menawan, MDIS berhasil menerima penghargaan Outstanding Display (Traveling Dance) di Parade Chingay 2017 ini.

 

Penghargaan ini tidak mungkin dapat diraih tanpa dedikasi dan semangat dari seluruh staf pendukung dan tim penampil kami yang terdiri dari 70 mahasiswa lokal dan internasional. Direktur artistik dan koreografer tari kami, yang tidak lain adalah alumni MDIS juga, yaitu Cindy Wang.

 

Dalam mempersiapkan penampilan, kami berlatih secara teratur dan intensif selama tiga bulan, dan kemudian juga mendapat kesempatan untuk berlatih di depan penonton National Education Show beberapa minggu sebelum parade dimulai. Kami sangat senang melihat respon anak-anak dan penonton yang bersorak ketika kami menari. Sungguh perasaan yang luar biasa melihat mereka terhibur oleh penampilan kami dan dapat berinteraksi langsung dengan mereka setelah acara.

Intens-nya latihan yang kami lalui bersama-sama juga mempererat ikatan persahabatan antara saya dengan teman-teman peserta lainnya. Total ada sekitar 70 orang dari tim kami yang berasal dari program studi dan negara yang berbeda-beda di MDIS. Saya mendapat teman-teman baru dari berbagai negara, seperti Cina, Malaysia, Thailand, Laos, Kazakhstan dan masih banyak lagi. Hal Ini benar-benar membuka mata saya terhadap budaya yang berbeda-beda dan juga perspektif global yang tidak akan saya dapatkan jika tidak berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain itu, tinggal di MDIS sangat seru; ada banyak kegiatan akademik, sosial dan klub yang bisa diikuti; saya merasa kaya akan pengalaman dan senang bisa menjadi bagian dari komunitas mahasiswa dengan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan bermain. Pendidikan itu bagi saya adalah sebuah pengalaman yang diperoleh dari partisipasi dalam suatu kegiatan yang melengkapi pengetahuan akademis itu sendiri.

 

Berhasil Menghibur Penonton

 

Akhirnya tibalah saat yang kami tunggu; yaitu ketika kami mendengar pembawa acara menyambut kontingen kami ke ‘arena’. Ketika kami melangkahkan kaki ke hadapan penonton, perasaan yang kami rasakan sangat luar biasa. Para penonton ikut bernyanyi, melambaikan tangan mereka dan bahkan ikut menari. Melihat antusiasme penonton, kamipun merasa semakin bersemangat.

 

Dengan berakhirnya parade di malam kedua, pikiran saya pun dipenuhi dengan kenangan-kenangan indah dan segala kesenangan yang saya lalui bersama teman-teman. Reaksi positif dari para penonton yang bahkan mengajak kami untuk berfoto bersama membuat saya merasa seperti seorang selebriti. Chingay 2017 berlangsung sangat sukses dengan adanya kerjasama yang baik dari penyelenggara, organisasi, serta seluruh penampil yang terlibat.

 

Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari acara berskala nasional ini karena tentunya ada banyak siswa yang mungkin ingin berada di posisi saya untuk dapat tampil di parade ini. Chingay 2017 merupakan salah satu pengalaman yang paling berharga bagi hidup saya.

 

###

 

Profil: Evelyn Frances

Evelyn Frances atau yang akrab disapa Evelyn, adalah mahasiswi berusia 19 tahun dari Jakarta, Indonesia. Saat ini, ia tengah menempuh tahun pertama perkuliahan di Management Development Institute of Singapore (MDIS). Ia mengambil program studi Diploma in Business Management di MDIS School of Business. Evelyn suka mengeksplorasi tempat-tempat dan hal-hal baru; ia sangat menyukai kegiatan jelajah alam seperti mendaki Gunung Faber bersama teman-teman sekelasnya. Ia merasakan bahwa belajar di MDIS sangat memperkaya pengalamannya, dengan banyaknya kegiatan belajar, dosen-dosen yang berpengalaman dan suportif, lingkungan multikultural dan akomodasi yang nyaman di kampus.

 

photo-20Kanan: Evelyn Frances (paling kanan) dan rekan-rekan se-tim nya setelah gladi resik Chingay 2017