05May, 2017

SpotX Masuk Ke Pasar Video Programatik Indonesia

Platform video ad serving hadir di pasar video yang berkembang pesat di Asia.

Jakarta, 5 Mei 2017 – Selama lebih dari 10 tahun, SpotX telah menawarkan teknologi terpercaya yang memberikan kontrol penuh bagi para pemilik media dalam memonetisasikan konten mereka melalui iklan video di seluruh dunia. Hari ini, SpotX mengumumkan bahwa tim dan layanan mereka telah siap untuk melayani permintaan pasar di Indonesia. Menawarkan one-stop solution, SpotX memastikan layanan terbaiknya pada penayangan iklan modern dan kapabilitas programatik yang canggih kepada pasar untuk pertama kalinya.

 

SpotX hadir di pasar untuk menyediakan berbagai alat yang dibutuhkan oleh para pemilik media untuk memaksimalkan pendapatan video mereka lewat desktop, mobile, dan connected TV, juga memberikan mereka kontrol penuh, transparansi, dan insight yang dibutuhkan untuk mengatasi kecurangan dalam beriklan serta permasalahan mengenai kualitas di pasar.
Menjadi pembicara pada press conference hari ini di Jakarta, Alex Merwin, Vice President International and Current Interim MD, SpotX JAPAC menjelaskan tentang peranan penting dari layanan ad serving terdepan dan infrastruktur programatik dalam proses monetisasi video di Indonesia. “Industri iklan video di Indonesia sangat siap untuk mengalami ledakan pertumbuhan, namun hal tersebut ditahan oleh isu quality control dan kurangnya transparansi,” kata Merwin. “Layanan iklan modern dan infrastruktur programatik dipercaya dapat mengatasi isu yang dialami oleh para pemilik media, sambil memberikan para pengiklan sarana untuk menargetkan berbagai macam iklan di layar-layar berbeda. Kami mengharapkan adanya peningkatan signifikan dalam anggaran belanja iklan TV di Indonesia untuk bertransisi ke online video setelah faktor-faktor ini diatasi.”

 

Walaupun fakta menunjukkan bahwa Indonesia merupakan “rumah” dari pasar mobile terbesar ke-4 di dunia dan telah lama dianggap sebagai negara mobile-first, para pemilik media di Indonesia dan penerbit online waspada dan ragu untuk memasuki pasar programatik di tahun 2016 lalu. Satu dari banyaknya alasan pada permasalahan ini adalah kurangnya transparansi dalam hal kualitas inventori yang dibeli. Serta, adanya kecurangan yang terjadi, dimana iklan ditayangkan di website yang tidak seharusnya. Sekitar 40% sampai 50% impresi dihasilkan dari website yang kurang berkualitas.

 

Menambahkan dalam sesi diskusi dengan media, Alex berkata, “Sebagian besar pemilik media tidak mendapat akses untuk memonitor iklan yang disediakan atau dalam situasi berbeda, sebagian platform tidak dapat mengukur keterlihatannya. Maka dari itu, dirata-rata setidaknya 65% impresi dihasilkan tanpa adanya pengukuran pada keterlihatannya atau pada kecurangan dalam mendapatkan total views sebelum hal tersebut diberikan kepada para pengiklan.

 

Tantangan lain yang lebih mendasar, yang dimiliki para pemilik media di Indonesia adalah Indonesia memiliki kecepatan konektivitas paling rendah dibandingkan dengan negara Asia lainnya. Namun, halangan ini juga akan segera teratasi dengan adanya pengumuman dari pemerintah yang akan melakukan investasi sebesar $1.5 miliar pada koneksi internet cepat, serta pengaruh para pemain telko yang saat ini tengah masuk ke era jaringan LTE untuk mendapatkan mobile data speed yang lebih cepat. Hasilnya, kecepatan dari online video streaming akan meningkat, diikuti dengan pengeluaran dalam belanja iklan.

 

Indonesia merupakan pasar yang berkembang pesat dalam industri iklan video dan mobile di kelas regional, menurut laporan dari TubeMogul. Bahkan faktanya, pengeluaran terhadap mobile ad akan mengalami peningkatan tiga kali lipat sebesar 15.5% dalam belanja iklan digital di negara. Namun, programatik di Indonesia masih merupakan suatu hal yang baru, dengan pasar yang masih ‘tradisional’ yaitu ketergantungan semata pada percobaan pemasangan iklan terdahulu dan rasa percaya dalam proses media buying.

 

SpotX berharap masuknya layanan terdepan ad serving dan programatik dapat meningkatkan belanja iklan video di dalam negeri, sesaat setelah proses adopsinya semakin meluas